Senin, 04 Juni 2012

Idealisme subjektif

Idealisme subjektif (atau solipsisme atau Subjektivisme atau Idealisme Dogmatis atau Immaterialisme) adalah doktrin bahwa pikiran dan ide adalah satu-satunya hal yang dapat diketahui pasti ada atau memiliki realitas apapun, dan pengetahuan tentang apapun di luar pikiran adalah tidak berdasar. Jadi, benda yang ada itu berdasarkan persepsi kita, yang berada di kesadaran kita dan dalam kesadaran yang bersumber dari Ilahi, atau Tuhan.
Pendukung utamanya adalah filsuf abad 18 Irlandia Uskup George Berkeley dan ia mengembangkan hingga keluar dari fondasi Empirisme, bersama dengan filsuf Inggris lainnya seperti John Locke dan David Hume. Empirisme menekankan peran pengalaman dan persepsi sensorik dalam pembentukan ide-ide.
Berkeley percaya eksistensi yang terikat pada pengalaman, dan yang ada hanya sebagai obyek persepsi dan bukan sebagai materi terpisah dari persepsi. Dia mengklaim bahwa "Esse est aut aut percipi percipere" atau "Untuk yang akan dirasakan atau untuk melihat". Dengan demikian, dunia luar hanya memiliki realitas relatif dan sementara. Dia berargumen bahwa jika ia atau orang lain melihat sebuah meja, misalnya, maka meja yang ada. Berkeley menyatakan lebih lanjut bahwa itu adalah hal yang berasal dari Allah yang menyebabkan kita mengalami masalah yang menyebabkan kita melihat benda-benda fisik dengan langsung.

disadur dan diterjemahkan dari sumber terpercaya tanpa merubah arti yang sebenarnya,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar